RENCANA PROGRAM KESEHATAN MENTAL
“Mengatasai Kecemasan Pada Individu
Dewasa Yang mengalami Pengannguran yang Berdampak pada Kemiskinan Dalam
Masyarakat”
I.
PERMASALAHAN
Tujuan akhir pembangunan nasional adalah
“mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Karena ini
merupakan sila terakhir pancasila, maka kita menekankan bahwa setiap
pembangunan bangsa harus berdasarkan asa yang terkandung dalam ideologi bangsa
bahwa ini terkandung dalam intisari diantara kelima pencasila tersebut.
Tidak diragukan bahwa pembangunan
nasional kita dewasa ini memang masih belum sampai pada tujuan akhir yaitu
keadilan sosial, karena kemakmuran (nominal) masyarakat yang meskipun rata-rata
sudah meningkat 10-15 kali dalam periode hampir 30 tahun, belum dinikmati oleh
semua orang secara benar-benar merata. Bahkan ada ketimpangan ekonomi dan
kesenjangan sosial yang besar antara mereka yang kaya, yang sudah mampu
menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang tinggi, dengan mereka yang masih
pada tahap rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata. Dan di bawah tingkat
pendapatan rata-rata ini masih cukup banyak warga bangsa kita yang hidup di
bawah garis kemiskinan.
Koperasi
banyak di dirikan oleh pemerintah di daerah-daerah dengan tujuan agar rakyat
mampu membuat usaha mikro ataupun makro dilingkungan tempat tinggalnya.
Pemerintah harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ekonomi yang selama ini melilit bangsa Indonesia. Masalah-masalah seperti ini haruslah di atasi secara langsung dengan bersosialisasi dengan rakyat secara langsung. Tidak hanya bergantung pada orang-orang yang telah dipercaya untuk mengatasi masalah ekonomi Negara, namun juga harus dilakukan peninjauan secara langsung mengenai proyek atau program yang akan dilaksanakan.
Pemerintah telah mempercayai sejumlah pihak untuk menangani sejumlah program yang dilakukan pemerintah. Namun banyak sebagian dari mereka yang telah menyelewengkan kepercayaan yang telah diberikan, misalnya banyak korupsi dimana-mana. Inilah yang membuat Negara menjadi miskin. Bagi para korupsi Negara, seharusnya ia malu dengan tindakan yang dilakukannya. Apakah gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya yang telah diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka bersama keluarganya. Seharusnya mereka merasa bersyukur akan keadaan yang telah mereka dapat. Banyak sekalki disekeliling mereka yang tidak seberuntung yang lain. Di Indonesia banyak sekali jumlah pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan tepat guna.
Pemerintah harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ekonomi yang selama ini melilit bangsa Indonesia. Masalah-masalah seperti ini haruslah di atasi secara langsung dengan bersosialisasi dengan rakyat secara langsung. Tidak hanya bergantung pada orang-orang yang telah dipercaya untuk mengatasi masalah ekonomi Negara, namun juga harus dilakukan peninjauan secara langsung mengenai proyek atau program yang akan dilaksanakan.
Pemerintah telah mempercayai sejumlah pihak untuk menangani sejumlah program yang dilakukan pemerintah. Namun banyak sebagian dari mereka yang telah menyelewengkan kepercayaan yang telah diberikan, misalnya banyak korupsi dimana-mana. Inilah yang membuat Negara menjadi miskin. Bagi para korupsi Negara, seharusnya ia malu dengan tindakan yang dilakukannya. Apakah gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya yang telah diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka bersama keluarganya. Seharusnya mereka merasa bersyukur akan keadaan yang telah mereka dapat. Banyak sekalki disekeliling mereka yang tidak seberuntung yang lain. Di Indonesia banyak sekali jumlah pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan tepat guna.
Pembangunan
dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan
jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses
pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti
oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa
diwakilkan. Karena kualitas keluarga indonesiayang relative rendah, maka
pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus,
memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan
anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluaraga, maka anggota keluarga
sangat berpengaruh.
Masyarakat
sejahtera adalah masyarakat yang makmur dan sekaligus pembagiannya merata (adil
dan makmur). Penilaian atas keberhasilan pembangunan nasional kita dapat
dilakukan dengan mengadakan penilaian atas keberhasilan pelaksanaan Trilogi
Pembangunan yaitu pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.
Namun pada kenyataannya masalah-masalah seperti kemiskinan dan pengangguran
atau kesempatan kerja belum dapat diatasi dengan baik oleh pemerintah.
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan seperti
makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses
terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global, Pada
dasarnya kemiskinan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu:
1. Kemiskinan
absolut
Kemiskinan yang
dikaitkan dengan perkiraan
tingkat pendapatan dan
kebutuhan yang
hanya dibatasi pada
kebutuhan pokok atau
kebutuhan dasar minimum yang
memungkinkan seseorang untuk
hidup secara layak.
2. Kemiskinan
relatif
Kemiskinan
dilihat dari aspek ketimpangan sosial, karena ada orang yang sudah dapat
memenuhi kebutuhan dasar
minimumnya tetapi masih
jauh lebih rendah
dibanding
masyarakat sekitarnya (lingkungannya).
Pengangguran
adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam
arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam
arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat
memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan
nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal
yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama. Pengangguran sering
disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia
Orang-orang
yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki pekerjaan (pengangguran) akan
mengalami penurunan tajam dalam kesehatan mental mereka, termasuk peningkatan
gejala-gejala depresi dan kecemasan.
Dari
pengertian tersebut dapat diketahui hubungan yang signifikan antara kemiskinan
dan pengangguran terhadap kesehatan mental Dewasa ini.
II.
SASARAN
Sasaran
dalam program ini adalah kelompok masyarakat yang berada dalam status sosial
ekonomi yang rendah, khususnya daerah pinggiran seperti daerah pedesaan yang
membutuhkan penanganan dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan agar tidak terjadi
kecemasan yang berdampak pada kesehatan mental dewasa ini.
III.
TUJUAN
Tujuan
program ini yaitu mengurangi kecemasan pada masyarakat yang mengalami
pengangguran dengan cara menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan
pelatihan terhadap masyarakat yg mengalami kecemasan.
IV.
RENCANA KEGIATAN
|
NO
|
WAKTU
PELAKSANAAN
|
KEGIATAN
|
PERSONIL
|
|
1
|
Minggu
I, 5 Juni 2012
|
-
Observasi ( lingkungan dan mata
pencaharian )
|
Anggota
peneliti
|
|
2
|
Minggu
II, 12 Juni 2012
|
-
Pengelompokan masyarakat yang
mengalami kecemasan sesuai dengan Tingkat kecemasan yang dialami.
|
Anggota
Peneliti,
Psokolog.
|
|
3
|
Minggu
III, 19 Juni 2012
|
-
Penyuluhan kiat-kiat tentang cara
menciptakan serta mengolah lapangan kerja
|
DEPNAKER,
|
|
4
|
Minggu
IV, 26 Juni 2012
|
-
Memotivasi dan menyiapkan mental
bagi masyarakat dalam menghadapi dunia kerja baru.
|
Motivator,
|
|
5
|
Minggu
V, 1 Juli 2012
|
-
Pemberdayaan masyarakat melalui
pengembangan skill
|
Pengusaha
sebagai narasumber.
|
|
6
|
Minggu
VI, 8 Juli 2012
|
-
Meminjamkan modal terhadap
masyarakat yang berkompeten untuk menciptakan lapangan kerja melalui Koperasi
Simpan Pinjam.
|
Pamong
Desa,
Petugas
Kelurahan
|
V.
Pihak yang terlibat
begitu banyaknya
masalah yang melatar belakangi terjadinya kecemasan dala masyarakat miskin dan
pengangguran, maka dalam program ini membutuhkan pihak lain untuk membantu
mengatasinya. Pihak-pihak tersebut antara lain :
1. DEPNAKER
2. Ahli
Psikolog
3. Motivator
4. Masyarakat
setempat
5. Pengusaha
sukses sebagai Narasumber
6. Pernagkat
desa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar