Sabtu, 09 Juni 2012

dampak pengangguran pada kesehatan mental


RENCANA PROGRAM KESEHATAN MENTAL
“Mengatasai Kecemasan Pada Individu Dewasa Yang mengalami Pengannguran yang Berdampak pada Kemiskinan Dalam Masyarakat”
I.                   PERMASALAHAN
Tujuan akhir pembangunan nasional adalah “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Karena ini merupakan sila terakhir pancasila, maka kita menekankan bahwa setiap pembangunan bangsa harus berdasarkan asa yang terkandung dalam ideologi bangsa bahwa ini terkandung dalam intisari diantara kelima pencasila tersebut.

Tidak diragukan bahwa pembangunan nasional kita dewasa ini memang masih belum sampai pada tujuan akhir yaitu keadilan sosial, karena kemakmuran (nominal) masyarakat yang meskipun rata-rata sudah meningkat 10-15 kali dalam periode hampir 30 tahun, belum dinikmati oleh semua orang secara benar-benar merata. Bahkan ada ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang besar antara mereka yang kaya, yang sudah mampu menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang tinggi, dengan mereka yang masih pada tahap rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata. Dan di bawah tingkat pendapatan rata-rata ini masih cukup banyak warga bangsa kita yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Koperasi banyak di dirikan oleh pemerintah di daerah-daerah dengan tujuan agar rakyat mampu membuat usaha mikro ataupun makro dilingkungan tempat tinggalnya.
Pemerintah harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ekonomi yang selama ini melilit bangsa Indonesia. Masalah-masalah seperti ini haruslah di atasi secara langsung dengan bersosialisasi dengan rakyat secara langsung. Tidak hanya bergantung pada orang-orang yang telah dipercaya untuk mengatasi masalah ekonomi Negara, namun juga harus dilakukan peninjauan secara langsung mengenai proyek atau program yang akan dilaksanakan.
Pemerintah telah mempercayai sejumlah pihak untuk menangani sejumlah program yang dilakukan pemerintah. Namun banyak sebagian dari mereka yang telah menyelewengkan kepercayaan yang telah diberikan, misalnya banyak korupsi dimana-mana. Inilah yang membuat Negara menjadi miskin. Bagi para korupsi Negara, seharusnya ia malu dengan tindakan yang dilakukannya. Apakah gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya yang telah diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka bersama keluarganya. Seharusnya mereka merasa bersyukur akan keadaan yang telah mereka dapat. Banyak sekalki disekeliling mereka yang tidak seberuntung yang lain. Di Indonesia banyak sekali jumlah pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan tepat guna.
Pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa diwakilkan. Karena kualitas keluarga indonesiayang relative rendah, maka pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus, memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluaraga, maka anggota keluarga sangat berpengaruh.
Masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang makmur dan sekaligus pembagiannya merata (adil dan makmur). Penilaian atas keberhasilan pembangunan nasional kita dapat dilakukan dengan mengadakan penilaian atas keberhasilan pelaksanaan Trilogi Pembangunan yaitu pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Namun pada kenyataannya masalah-masalah seperti kemiskinan dan pengangguran atau kesempatan kerja belum dapat diatasi dengan baik oleh pemerintah.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global, Pada dasarnya kemiskinan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu:
1.      Kemiskinan absolut
Kemiskinan  yang  dikaitkan  dengan  perkiraan  tingkat  pendapatan  dan
kebutuhan  yang  hanya  dibatasi  pada  kebutuhan  pokok  atau  kebutuhan  dasar minimum  yang  memungkinkan  seseorang  untuk  hidup  secara  layak.
2.      Kemiskinan relatif
Kemiskinan dilihat dari aspek ketimpangan sosial, karena ada orang yang sudah dapat memenuhi  kebutuhan  dasar  minimumnya  tetapi  masih  jauh  lebih  rendah
dibanding masyarakat  sekitarnya  (lingkungannya).
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama. Pengangguran sering disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia
Orang-orang yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki pekerjaan (pengangguran) akan mengalami penurunan tajam dalam kesehatan mental mereka, termasuk peningkatan gejala-gejala depresi dan kecemasan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan pengangguran terhadap kesehatan mental Dewasa ini.
II.                 SASARAN
Sasaran dalam program ini adalah kelompok masyarakat yang berada dalam status sosial ekonomi yang rendah, khususnya daerah pinggiran seperti daerah pedesaan yang membutuhkan penanganan dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan agar tidak terjadi kecemasan yang berdampak pada kesehatan mental dewasa ini.

III.             TUJUAN
Tujuan program ini yaitu mengurangi kecemasan pada masyarakat yang mengalami pengangguran dengan cara menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan pelatihan terhadap masyarakat yg mengalami kecemasan.

IV.              RENCANA KEGIATAN
NO
WAKTU PELAKSANAAN
KEGIATAN
PERSONIL
1
Minggu I, 5 Juni 2012
-          Observasi ( lingkungan dan mata pencaharian )
Anggota peneliti
2
Minggu II, 12 Juni 2012
-          Pengelompokan masyarakat yang mengalami kecemasan sesuai dengan Tingkat kecemasan yang dialami.
Anggota Peneliti,
Psokolog.
3
Minggu III, 19 Juni 2012
-          Penyuluhan kiat-kiat tentang cara menciptakan serta mengolah lapangan kerja
DEPNAKER,

4
Minggu IV, 26 Juni 2012
-          Memotivasi dan menyiapkan mental bagi masyarakat dalam menghadapi dunia kerja baru.
Motivator,
5
Minggu V, 1 Juli 2012
-          Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan skill
Pengusaha sebagai narasumber.
6
Minggu VI, 8 Juli 2012
-          Meminjamkan modal terhadap masyarakat yang berkompeten untuk menciptakan lapangan kerja melalui Koperasi Simpan Pinjam.
Pamong Desa,
Petugas Kelurahan

V.                Pihak yang terlibat
begitu banyaknya masalah yang melatar belakangi terjadinya kecemasan dala masyarakat miskin dan pengangguran, maka dalam program ini membutuhkan pihak lain untuk membantu mengatasinya. Pihak-pihak tersebut antara lain :
1.      DEPNAKER
2.      Ahli Psikolog
3.      Motivator
4.      Masyarakat setempat
5.      Pengusaha sukses sebagai Narasumber
6.      Pernagkat desa